FRIHOST FORUMS SEARCH FAQ TOS BLOGS COMPETITIONS
You are invited to Log in or Register a free Frihost Account!

Teknik Pembesaran Katak Lembu




Wadah Pembesaran

Konstruksi dan disain wadah pemeliharaan akan menentukan keberhasilan dalam usaha pembesaran. Sebelumnya kandang katak untuk pembesaran yang berkembang di masyarakat terdiri dari bagian daratan dan sebagian lagi air dengan disertai tempat makanan pada bagian daratan. Ternyata hal ini tidak efisien karena ada bagian kandang yang tidak dimanfaatkan. Teknik pembuatan kandang yang terbukti lebih baik menggunakan bak-bak semen dan fiber, sehingga bak dapat digunakan seluruhnya.

Katak bersifat hanya mau makan makanan yang bergerak, sehingga konstruksi kandang pembesaran mulai percil hingga katak mencapai dewasa diusahakan agar makanan dapat bergerak-gerak. Kandang yang memberikan hasil optimal terhadap pertumbuhan/produksi, konversi pakan dan kelangsungan hidup katak adalah kandang dengan tipe tanpa daratan, air setinggi dada katak dengan air yang memancur.

Ukuran wadah tergantung dari areal yang tersedia, minimal 1 x 1 x 1 m. Berdasarkan pengalaman ukuran 2 x 2 m ideal untuk pembesaran. Untuk menjaga kelembaban dan menahan sinar matahari langsung, kolam dilengkapi dengan atap peneduh dan instalasi air. Bentuk wadah sebaiknya segiempat untuk memudahkan penanganan maupun pengaturan tempat.



Pemeliharaan Percil

Percil adalah kecebong yang telah menyempurnakan proses metamorfosis dan berada pada stadium XXV (Taylor dan Kollros,1946). Berat percil sekitar 5 gram.

Masa percil merupakan masa yang kritis dalam proses budi daya katak, oleh karena itu keberhasilan memelihara percil hingga ukuran terlatih (sekitar 20 - 30 gram per ekor) akan memudahkan pemeliharaan berikutnya.

Padat penebaran percil berkisar antara 50 - 100 ekor per m2 dan diusahakan ukuran percil seragam untuk menghindari kanibalisme. Apabila dalam pertumbuhannya terdapat percil yang menonjol pesat, sebaiknya segera dipindahkan ke kolam yang ukuran percilnya merata.

Pakan yang digunakan selama pemeliharaan adalah pelet terapung komersial dan diberikan dengan dosis 2 - 3% per hari dengan frekuensi pemberian 3 - 5 kali per hari. Pelet terapung komersial yang beredar di pasaran berkadar protein antara 22 - 27 %. Terdapat pula pelet yang kadar proteinnya sekitar 43 - 45%.

Berdasarkan pengalaman percil yang diberi pelet terapung berkadar protein 26 - 27% sebanyak 2 - 3% setiap hari akan mencapai bobot 150 gram tiap ekornya setelah empat bulan, konversi pakan 1,2 dan tingkat mortalitasnya kecil. Hasil survey di beberapa tempat pemeliharaan di Jawa Timur menunjukan bahwa dengan pemberian pelet berkadar protein sekitar 43% , bobot siap konsumsi (150 - 200 gram per ekor) dicapai dalam waktu tiga bulan (Mundriyanto dkk., 1994).



Pemeliharaan Calon Induk

Wadah yang digunakan untuk pemeliharaan calon induk sama dengan wadah untuk pembesaran katak. Katak yang mencapai ukuran antara 150 - 200 gram dapat diseleksi untuk dijadikan calon induk. Pemeliharaan calon induk jantan dan betina sebaiknya mulai ukuran 150 - 200 gram dan dipisah dengan padat penebaran 10 ekor per m2 . Pakan diberikan sebanyak 2 - 3% per hari. Selain pelet makanan lain; seperti bekicot dan ikan-ikan, diberikan hingga katak menjadi induk yang siap untuk dikawinkan, yaitu berukuran 400 - 600 gram per ekor.



Penyakit dan Predator

Masalah yang perlu ditangani dalam budi daya katak lembu adalah penyakit dan predator.

Peternak katak harus siap-siap sedini mungkin menghadapi dan mengatasi penyakit yang mungkin menjangkiti katak-katak tersebut untuk dapat mengambil tindakan yang cepat dan akurat dalam menanggulanginya. Pada umumnya penyakit yang menyerang katak disebabkan oleh organisme atau mikroorganisme seperti parasit, jamur, bakteri dan virus (Taufik, 1984 dalam Mirawati, 1991).

Pada phase kecebong penyakit yang dijumpai adalah sejenis bakteri aeromonas dengan tanda-tanda ekor luka dan memerah, makin lama membesar dan ekor akan putus. Pengobatannya dilakukan dengan merendamnya dalam larutan PK dengan dosis 5 ppm selama 24 jam atau merendamnya dalam larutan PK dengan dosis 10 -20 ppm selama 15 menit.

Penyakit pada percil hingga mencapai dewasa antara lain borok, ambeien dan kelumpuhan akibat gigitan sesamanya. Pengobatan dilakukan dengan penyuntikan teramycin dengan dosis 1 cc untuk 2 Kg. katak dan dilakukan setiap 3 hari sekali.

Pemeliharaan dengan pemberian pelet komersial dapat menyebabkan perut katak kembung. Ternyata perut kodok yang kembung ini berisi cairan. Setelah cairan dihilangkan dan disuntik teramycin biasanya akan sembuh.

Selain penyakit masalah predator ataupun hama pengganggu juga harus diwaspadai, antara lain ular, kucing, lingsang, tikus, kepiting dan belut. Oleh karena itu kandang harus diusahakan dapat melindungi katak dari predator-predator ini.


M-Info



0 blog comments below




FRIHOST HOME | FAQ | TOS | ABOUT US | CONTACT US | SITE MAP
© 2005-2011 Frihost, forums powered by phpBB.